Keindahan seni ukir khas kota Jepara sangatlah menarik nan memanjakan mata. Tak hanya masyarkat di seluruh Indonesia saja yang mengagumi kerajinan seni ukir yang dihasilkan dari Kota Jepara. Banyak para warga asing atau mancanegara juga menggemari berbagai macam furniture kayu asli Kota Jeapara dengan aksen motif ukiran yang mempesona. Hingga tak jarang banyak para warga asing yang sengaja datang ke Indonesia, khususnya ke Kota Jepara demi dapat melihat langsung proses pembuatan kerajinan ukir yang menjadi kegemaran hampir semua orang tersebut. Bahkan untuk pecinta dan penggemar furniture berbau kuno klasik, selain furniture berupa meja makan ukir mewah, maupun set kamar ukiran mewah, kerajinan gebyok menjadi salah satu furniture terfaforit mereka.

Salah satu jenis furniture yang sangat khas dari Indonesia, dengan beragram nilai dan adat budaya yang melekat di dalamnya. Unsur-unsur dan cerita sejarah di masa lampau tentang kehidupan nenek moyang kita tergambar rapi pada setiap ukirannya. 4 macam motif ukiran yang biasa terdapat dalam ornamen gebyok jati, mesing-masing memiliki arti dan makna sendiri-sendiri. Gebyok kayu jati sering dimanfaatkan sebagai pembatas ruangan, yakni biasanya adalah antara ruang makan dengan dapur, maupun ruang tamu dengan ruang keluarga. Ada juga yang digunakan sebagai pintu depan rumah untuk kesan rumah yang terhormat atau orang yang paling disegani di daerahnya.

Karena memiliki aksen ukiran yang sangat mendetail, perawatan gebyok kayu jati tidak bisa diabaikan begitu saja. Berikut tips dan trik dari kami yang bisa anda lakukan sendiri di rumah agar gebyok jati yang anda miliki tetap terjaga dengan baik kualitasnya dan lebih awet atau tahan lama.

  • Usahakan untuk terlebih dahulu memperhatikan kondisi tempat yang akan diberikan ornamen berupa gebyok ini. Jangan letakkan gebyok jati pada daerah yang terlalu lembab maupun panas, usahakan untuk gebyok kayu jati selalu berada dalam tempat yang bersuhu normal agar warna, maupun kayu tidak melengkung maupun retak oleh keadaan tersebut.
  • Untuk membersihkan debu atau kotaran pada sela-sela ukira, gunakanlah kuas halus atau kemocheng.
  • Anda juga bisa menyemprotkan sedikit pledge pada gebyok jati, lalu lap dengan kain ball dan biarkan hingga mengering.
  • Untuk membuat gebyok tetap menawan, 2-3 bulan sekali lakukan pemolesan ulang.

Mudah dan simpel bukan? Selamat mncoba…