Manajemen Risiko Penggunaan Parakuat – Dewasa ini metode pengendalian organ – is me pengganggu tanaman (OPT) dengan pertisida banyak dilakukan kare na efektif dan ekonomis. Salah satu jenis pestisida yang banyak digunakan di Indo nesia ada – lah parakuat yang cepat me ngen dalikan gulma sehingga membe rikan manfaat be – sar bagi petani melalui peningkatan pro – duk tivitas dan pen dapatan. Tingginya penggunaan parakuat, khu – susnya di negara berkembang menimbul – kan perdebatan terkait risiko terhadap ke – sehatan. Perlu kajian mendalam agar da pat ditentukan suatu manajemen risiko yang te – pat mengenai dampak pengguna an para – kuat terhadap kesehatan. Demiki an kesim – pulan Seminar Nasional yang di se lengga – rakan oleh The International Society For Southeast Asia Agricultural Sciences (ISSAAS) Indonesia Chapter di IPB International Conven tion Center, Bogor, Jabar (10/4). “Aplikasi herbisida parakuat diklorida pa – da tanaman kelapa sawit dan jagung serta persiapan lahan pada tanaman padi tidak memberikan pengaruh yang nyata terha – dap sifat fisik dan dan kimia tanah,” Prof. Dr. Dadang, M. Sc., memaparkan hasil peneli – tian dampak aplikasi hebisida para kuat di – klorida terhadap aspek ekologi pa da per – tanaman padi, jagung dan kelapa sawit.

Penelitian Dr. Tomy Perdana bersama tim – nya dari Universitas Padjajaran menge nai dampak penggunaan pestisida terha dap kesehatan petani di Indonesia me nun – jukkan, kurang dari 10% petani per nah mengalami gangguan kesehatan atau kera – cunan pestisida yang di iden tifikasi berda – sarkan tanda dan gejalanya dalam kondisi penggunaan. Namun, tidak ada satupun produk pestisida baik pa rakuat diklorida maupun bahan aktif lain yang dikate gori – kan sebagai formulasi pes tisida sangat ber – bahaya. Karena, tidak ada sa tupun pestisida yang menyebabkan ke ra cunan parah da – lam waktu singkat sete lah paparan tunggal dalam kondisi peng gunaan di lapangan. Umumnya petani memiliki penge ta hu – an mengenai standar penggunaan pes – tisida yang aman dan baik. Yaitu, tidak ha – nya tentang dampak negatif terhadap kesehatan tubuh tetapi juga lingkungan.

Penggunaan pestisida sesuai jenis OPT dan dosis sesuai anjuran menjadi hal pen – ting bagi petani pengguna parakuat. Sementara, Henny Hendarjanti dari PT As tra Agro Lestari menyampaikan, pema – kaian pestisida di perkebunan dilakukan dengan menerapkan konsep pengenda – lian terpadu dan memperhatikan kaidahkaidah keselamatan serta keamanan de – ngan sosialisasi dan pelatihan serta serti – fikasi kepada pekerja. Pengendalian gul – ma dilakukan atas dasar pertimbangan ekologi, diutamakan pada populasi gulma yang merugikan saja. Selain itu, diupaya – kan juga usaha-usaha menekan penggu – na an parakuat diklorida dan glifosat me – lalui penambahan adjuvant atau pema – kaian hebisida alternatit seperti Sulfen – trazone dan grazing sapi. Pada akhirnya penyelenggaraan pela – tihan dan sosialisasi pestisida yang aman harus terus dilakukan memalui berbagai jalur baik oleh kelompok tani, sekolah la – pang, maupun jalur informal lainnya se – perti toko pertanian dan kios yang ber – interaksi dengan petani.