B100 Diklaim Lebih Efisien Ketimbang Solar – Kementerian Pertanian melakukan soft launching bahan bakar B100, biodiesel yang 100% berasal minyak sawit, Senin (15/4). Pengembangan B100, ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman, telah dimulai sejak dua tahun lalu. Sebagai perbanding – an, jangkauan per 1 liter B100 dapat me – nem puh jarak 13,1 km. Sementara solar ha nya menjangkau 9,6 km/liter. Sebanyak 50 kendaraan dinas Kemen terian Pertanian diuji coba menggunakan B100 sa – at soft launching. Dari segi biaya, klaim Am – ran, 1 km perjalanan dengan B100 hanya mem butuhkan bahan bakar senilai Rp732.

Se dangkan solar, tehitung Rp1.000 per km jarak tempuh. “Lebih he mat sekitar 30%,” ujarnya. Amran mengatakan, kebutuhan solar da – lam negeri diproyeksikan pada 2019 mencapai 31,19 juta kiloliter. Sementara itu, di dalam negeri pasokan solar baru menyentuh 20,8 juta kiloliter. Ada selisih 10,39 juta kiloliter yang mesti dipenuhi. Untuk meng – gantikan 10,39 juta kiloliter solar yang ber – asal dari impor senilai Rp99,74 triliun, dibutuhkan 7,61 juta kiloliter B100 de ngan nilai Rp73,09 triliun atau setara dengan 8,83 juta ton CPO. “Hemat devisa Rp26,65 triliun, hemat impor 7,79 juta kiloliter solar senilai Rp74,8 triliun,” hitung an Mentan.