Material kayu selalu dapat menarik perhatian para penggemarnya karena pesona serat kayunya. Hanya saja, material ini sedikit “manja” bila sudah bersentuhan dengan air dan kelembapan. Selain itu, kayu mudah menyerap air, minyak, dan debu serta menjadi sarang favorit rayap dan binatang pengerat lainnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan perawatan spesial untuk menjaga keindahan kayu. Masalahmasalah ini dibeberkan dalam rubik Solusi kali ini, beserta solusinya.

Masalah yang sering timbul dari kayu di rumah adalah serangan rayap dan materialnya yang mudah lapuk. Bagaimana mengatasi masalah tersebut? Bagaimana pula mencegah serangan rayap?

Sebenarnya penggunaan material kayu pada konstruksi bangunan (seperti rangka kuda-kuda, plafon, dan lainnya) dan elemen bangunan (kusen, pintu, dan furnitur) harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan bangunan tersebut. Penggunaan material ini tidak dianjurkan pada lingkungan yang memiliki cuaca panas dan lembap.

Kondisi cuaca tersebut akan mempercepat umur kayu, entah mudah rapuh, lapuk, dan lainnya. Bila menemui kondisi cuaca tersebut, cara merawatnya adalah rutin melakukan ?nishinE ulang (pelitur) dan jauhkan dari air. Bila kondisi lembap, seringlah periksa kondisi kayu. Apabila kayu sudah mulai berjamur, sebaiknya cepat diampelas dan dipelitur ulang (biasanya terjadi pada kusen, daun pintu, dan jendela). Untuk perawatan maksimal gunakan jasa layanan semprot anti-hama pada rumah tinggal secara berkala.

Kalau yang saya alami adalah masalah rayap dan lapuk. Bila diserang rayap saya langsung membeli obat hama. Cara menerapkannya, kayu saya bor lalu suntikkan obat hama tersebut ke bodi kayu. Sementara itu, untuk masalah lapuk biasanya saya atasi dengan langsung mengganti kayu tersebut karena sudah tidak bisa diperbaiki. Kalau furnitur kayu sejauh ini belum ada masalah karena kayu yang digunakan adalah kayu jati.

Teman saya menyarankan sebelum digunakan kayu direndam terlebih dahulu selama 2 bulan lalu diangkat untuk dikeringkan. Menurutnya kayu yang sudah direndam di lumpur akan menjadi keras dan tahan rayap. Apakah benar demikian? Menurut saya hal itu merepotkan, adakah cara lain yang lebih sederhana?

Wulandari, Jakarta Masalah yang saya temui biasanya pada kusen atau pintu. Jika kayunya tidak di-oven atau di-oven tapi asal saja, nantinya akan berubah bentuk, mengembang atau mengerut sesuai musim. Pintu menjadi sempit atau terlalu longgar. Bagaimana mengatasi muai susut kayu?

Andhika Widjaja, Ciledug Dua masalah di atas sebenarnya memiliki jawaban yang sama. Proses perendaman kayu selama 2 bulan memang merupakan cara tradisional. Biasanya memang terjadi setelah proses penebangan pohon dan memilah kayu menjadi kayu siap pakai. Namun intinya, kayu adalah material alami, sehingga responsif terhadap alam.

Walaupun sudah diproses sedemikian rupa menggunakan teknologi canggih, kayu akan tetap rusak, melenting, atau lapuk pada kondisi lingkungan tertentu. Bila ingin menggunakan material kayu pada rumah, sebaiknya pilihlah material kayu yang tepat, yakni jenis kayu yang mempunyai ketahanan yang baik untuk segala jenis kondisi. Misalnya, untuk kusen gunakan kayu jati, merbau, meranti, kamper, atau kelapa karena daya tahannya lebih kuat sehingga cocok untuk area eksterior.

Hindari pemakaian kayu-kayu seperti pinus, manglit, dan mindi untuk area eksterior karena peruntukkan kayu tersebut lebih cocok untuk interior. Fenomena kayu mengerut atau mengembang dikarenakan beberapa faktor, seperti umur kayu yang sudah tua, dingin, atau memang dimensi pemakaiannya di atas standard rata-rata (seperti pada pintu atau kusen yang tingginya melebihi 2m).

Untuk kusen, pintu, dan jendela saya gunakan kayu kamper, tetapi sempat tertipu juga. Masalahnya yang dijanjikan adalah kayu kamper tersebut sudah di-oven dan kering. Namun, sekitar 2 tahun terpasang kayunya justru mengerut dan menyusut sehingga yang semula ukuranya pas sekarang menjadi sedikit renggang. Untungnya, aman dari serbuan rayap.

Sementara di gudang atas, kusen pintu yang menggunakan kayu meranti juga habis dimakan rayap tapi pintunya utuh karena menggunakan kayu jati. Untuk rangka atap sejauh ini masih terlihat bagus. Saya tidak tahu jenis kayu apa yang digunakan tapi yang terpenting atap kayu saya tidak jadi obyek kuliner rayap.

Selain itu rumah juga membutuhkan sebuah genset sebagai sumber listrik cadangan. Genset untuk rumah tangga bisa dibeli dengan harga murah. PT. Rajawali Indo menyediakan berbagai kapasitas genset silent. Dan merupakan toko distributor resmi genset 100 kva di Surabaya.